<?xml version="1.0"?>

<rss version="2.0">
  <channel>
    <title>artikel</title>
    <link>https://pesantren.web.id/ppssnh.malang/cgi-bin/content.cgi/artikel/dakhair_muhammadiyah/</link>
    <description>Artikel Keislaman</description>
    

<item>
  <title>Menyingkap Kemuliaan Orang Tua Rasulullah</title>
  <pubDate>Mon, 21 Sep 2026 19:17:00</pubDate>
  <description><![CDATA[<p><img style="transform:translateX(10px);float:left;margin-right:10px;width:20vw !important;" src="/ppssnh.malang/images/habib_husein_bin_alwi_bin_agil_probolinggo.png"></p>
<h4>Kajian Dakhair Muhammadiyah Bersama Habib Husein Ibn Alwy Binagil (setiap awal bulan di Pesantren Dzinnuha)</h4>
<p>Perdebatan teologis seputar status keimanan dan keselamatan kedua orang tua Nabi Muhammad SAW yaitu Sy. Abdullah dan Aminah kerap menjadi diskursus yang mendalam di kalangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Sebagian pihak berpendapat bahwa mereka termasuk <em>ahlu fatrah</em> yang meninggal dalam masa kevakuman kenabian dan dikaitkan dengan narasi azab. Namun, pandangan ini mendapat sanggahan yang sangat telak dari para ulama muhaqqiqin (otoritatif), yang menegaskan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW berada dalam kemuliaan dan keselamatan mutlak.</p>
<h4>Mengapa Pendapat Mulla Ali Al-Qari Tertolak?</h4>
<p>Mulla Ali Al-Qari dalam sebagian karyanya sempat condong pada pendapat yang menyatakan bahwa kedua orang tua Nabi SAW termasuk golongan yang tidak selamat (berada di <em>fatrah</em> yang diazab), mengikuti sebagian ulama yang terpaku pada dzahir riwayat tertentu.</p>
<p>Namun, pandangan ini ditolak secara tegas oleh para ulama besar berbasis argumentasi ushul fiqh, tarikh (sejarah), dan akidah Ahlussunnah. Penolakan tersebut didasarkan pada beberapa prinsip fundamental:</p>
]]></description>
  <link>https://pesantren.web.id/ppssnh.malang/cgi-bin/content.cgi/artikel/dakhair_muhammadiyah/kemuliaan_orangtua_nabi.html</link>
</item>

  </channel>
</rss>
