Bahtsul Masail Diniyah


Aqad harga salah dengar

Seorang penjual menawarkan barangnya dengan harga tertentu. Namun karena calon pembeli salah dengar, maka ia menawar dengan harga diatas harga yang telah disebut penjual tadi. Tentu saja si penjual langsung memberikan barangnya, sementara ia (penjual) tahu kalau si pembeli betul-betul salah dengar.

  1. Sahkah aqad jual beli diatas?
  2. Kalau sah, apakah keuntungan si penjual termasuk riba?

Jawaban:

Akad jual beli tersebut tidak sah

Dasar Pengambilan

قليوبى جز 2ص 154-155
(وأن يقبل على وفق الايجاب فلو قال بعتك بألف مكسرة فقال قبلت بألف صحيحة لم يصح) وكذا عكسه ولو قال بعتك هذا بألف فقال قبلت نصفه بخمسمائة لم يصح.

Dan pembeli harus menerima sesuai dengan akad pemberian. Kalau penjual berkata: "Saya menjual kepadamu dengan uang seribu pecahan", kemudian pembeli menjawab "saya terima dengan uang seribu utuh", maka hukumnya tidak sah. Begitu juga sebaliknya kalau penjual mengatakan saya jual kepadamu dengan harga seribu,kemudian pembeli menerima dengan mengatakan saya terima dengan harga limaratus/setengahnya, maka hukumnya tidak sah.

فتح الباري بشرح صحيح البخاري المجلد الرابع ,ص: 364,362
قال رسول الله عليه وسلم "البيعان بالخيار مالم يتفرقا-أو قال: حتى يتفرقا-فإن صدقا وبينا بورك لهما في بيعهما, وإن كتما وكذبا محقت بركة بيعهما". وقوله "وبينا" أي لما في الثمن والمثمن من عيب فهو من جانبيهما وكذا نقصه.

Rosulullah Saw bersabda:"Jual-beli itu dengan Khiyar (menggantungkan akad) selama belum berpisah antara penjual dan pembeli-atau Rasul bersabda: Sehingga keduanya berpisah - Maka bilamana saling jujur dan menjelaskan keduanya akan diberkahi dalam jual-belinya, dan bilamana saling menyembunyikan 'aib dan berbohong akan dihilangkan berkah dalam jaul-belinya". Adapun sabda Nabi "وبينا" (menjelaskan) maksudnya adalah kejelasan tentang ada tidaknya'Aib (cacat) dalam harga dan barang, Dan kejelasan ini harus dari kedua belah pihak antara si penjual dan pembeli dan juga kekuranganya.