Bahtsul Masail Diniyah


Bacaan Fatihah saat masbuk

Seseorang shalat berjamaah baik masbuk atau tidak masbuk dalam shalat bacaan sir, dia membaca doa iftitah (sunnah) kemudian membaca surat Fatihah. Ketika sampai pada bacaan iyya ka na'budu wa iyya ka nasta'in, imam sudah ruku', maka ada dua pilihan untuk makmum:

  1. Bacaan fatihah dapat diselesaikan tetapi tidak ruku' bersama imam
  2. Makmum dapat ruku' bersama imam, tetapi bacaan Fatihah tidak selesai (padahal hukumnya wajib).

Bagaimana seharusnya?

Jawaban:

Dalam hal ini ada tiga cara:

  1. Makmum harus menyelesaikan bacaan fatihah.
  2. Makmum mengikuti imam rukuk dan gugur kewajiban membaca Fatihah darinya.
  3. Jika makmum tidak membaca doa iftitah dan taawudz, maka dia ikut ruku' imam dan gugur sisa bacaan Fatihah darinya.

Dasar pengambilan:

Kitab al Majmu' Syarah al Muhadzdzab juz 4 halaman 213:

فَلَوْ رَكَعَ الإِمَامُ وَهُوَ فِى أَثْنَاءِ الفَاتِحَةِ فَثَلاَثَةُ أوجُهٍ: (اَحَدُهَا) يُتِمُّ الفَاتِحَةَ. (والثَّانِ) يَرْكَعُ وَيَسْقُطُ عَنْهُ قِرَاءَتُهَا وَدَلِيْلُهُمَا مَا ذَكَرَهُ المُصَنِّفُ. قَالَ البَنْدِيْنِيجِى هَذَا الثَّانِى هُوَ نَصُّهُ فِى الإِمْلاَءِ. قَالَ وَهُوَ المَذْهَبُ. وَالثَّالِثُ وَهُو الأصَحُّ وهُوَ قَولُ الشَّيْخِ أبِى زَيْدٍ المَرُوزِى وَصَحَّحَهُ القَفَّالُ وَالمُعْتَبِرُونَ أنَّهُ إِنْ لَمْ يَقُلْ شَيْئًا مِنْ دُعَاءِ الإِفْتِتَاحِ وَالتَّعَوُّذِ رَكَعَ وَسَقَطَ عَنْهُ بَقِيَّةُ الفَاتِحَةِ, وَإِنْ قَالَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ لَزِمَهُ بِقَدْرِهِ لِتَقْصِيْرِهِ بِالتَّشَاعُلِ.

Andaikata imam sudah rukuk sedangkan makmum di tengah-tengah membaca fatihah, maka yang harus dilakukan oleh makmum adalah salah satu dari tiga cara:

  • Dia menyempurnakan bacaan fatihah
  • Dia ikut rukuk dan gugur darinya kewajiban membaca fatihah.
    Dalil dari cara pertama dan kedua ini adalah apa yang telah disebutkan oleh pengarang. Al Badiniji berkata: Cara yang kedua ini adalah ketetapan Imam Syafii dalam kitab Imla'. Beliau berkata: cara yang kedua inilah pendapat madzhab Syafii.
  • Pendapat yang paling kuat dalilnya yaitu pendapat dari syeikh Abu Zaid Al Maruzi dan dibenarkan oleh Imam Qaffal serta para ulama ahli i'tibar bahwa jika makmum tidak membaca sesuatu dari doa iftitah dan taawudz, maka makmum ikut rukuk imam dan gugur dari dia kewajiban membaca sisa dari surat Fatihah. Jika dia membaca sedikit dari hal tersebut maka dia harus membaca Fatihah dengan kemampuan sebab keteledorannya dengan melakukan hal yang menyibukkan membaca fatihah.