Bahtsul Masail Diniyah


Tawaf memakai lift

Seiring dengan semakin canggihnya teknologi, sesuatu yang dulunya sulit menjadi mudah. Bahkan majunya teknologi mempu menghipnotis manusia yang awam. Kemudahan-kemudahan hidup bahkan dalam ibadah pun mungkin bisa dicari kemudahannya.

Tentang pelaksanaan tawaf misalnya, saya ingin tanyakan kepada bapak pengasuh. Sahkah hukum orang yang tawaf dengan memakai lift dengan cara memijat tombol sampai tujuh putaran? Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi desak-desakan yang mungkin membawa bahaya.

Jawaban

Agama Islam yang kita peluk ini memiliki tiga macam ajaran, yaitu:

  1. Ajaran tentang iman yang harus diamalkan oleh hati dan keyakinan kita. Disini akal pikiran kita boleh ikut campur. Inipun hanya dalam tiga bidang saja, yaitu mengenai, keesaan Allah, kerasulan Nabi Muhammad dan konsep kehidupan sesudah mati.
  2. Ajaran tentang Islam yang berupa peribadatan yang diamalkan oleh anggota badan lahir. Ibadah ini terbagi dua:
    1. Ibadah Mahdlah, yaitu yang bertalian dengan hak Allah SWT semata-mata. Seperti salat, puasa, haji dsb. Pelaksanaan ibadah mahdlah ini sepenuhnya bersifat tauqifiy, artinya sepenuhnya harus mengikuti petunjuk Rasul. Misalnya puasa, maka tidak boleh kita lakukan di malam hari agar pekerjaan kita di siang hari tidak terganggu. Demikian pula halnya dengan pelaksanaan tawaf.
    2. Ibadah Ghairu Mahdlah, yaitu ibadah yang ada hubungannya dengan kepentingan masyarakat, seperti shodaqoh. Di sini kita boleh memikirkan bagaimana pelaksanaannya sebaik-baiknya.
  3. Ajaran tentang Ihsan yang harus diamalkan oleh hati nurani kita, yaitu akhlak-akhlak yang terpuji.