Bahtsul Masail Diniyah


Khutbah tanpa basmalah dan salat janazah tanpa ruku' dan sujud

  1. Mengapa pada waktu khutbah Jum'at yang pertama khotib tidak membaca basmalah, langsung membaca hamdalah?
  2. Kenapa dalam salat janazah tidak ada ruku' dan sujud?

Jawaban:

  1. Sebelum menjawab pertanyaan Anda marilah kita simak lebih dahulu apa yang termaktub dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 82 bab Salat Jum'at.

    (مَسْئلَةُ ب ) لاَتَنْبَغِى البَسْمَلَةُ أَوَّلَ الخُطْبَةِ بَلْ هِيَ بِدْعَةٌ مُخَالَفَةً لِمَا عَلَيْهِ السَّلَفُ الصَّالِحِ مِنْ أئِمَّتِنَا وَمَشَايِخِنَا الذِّى يَقْتَدِى بِأَفْعَالِهِمْ وَيُسْتَضَاءُ بِأَنْوَارِهِمْ مَعَ أنَّ أَصَحَّ الرِّوَايَاتِ خَبَرٌ كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَيُبْتَدَأُ فِيْهِ بِحَمْدِ اللهِ فَسَاوَتِ البَسْمَلَةُ الحَمْدَ لَةَ (قَائِدَةٌ) قَالَ فىِ بَا عَشَنْ وَمِنْهُ يُؤْخَذُ أَنَّ الزَّائِدَ عَلَى الأَيَةِ لَيْسَ مِنَ الرُّكْنِ وَهُوَ قَاعِدَةٌ مَا يَتَجَزَّى كَالرُّكُوعِ أنَّ أقَلَّ مُجْزِئٍ مِنْهُ يَقَعُ وَاجِبَاً وَالزَّائِدُ سُنَّةٌ

    Masalah B. Basmalah tidak patut diletakkan pada permulaan khutbah. Bahkan peletakan basmalah pada permulaan khutbah adalah bid'ah yang menyimpang dari pendapat orang-orang yang terdahulu dari pemimpin-pemimpin kita dan guru-guru kita (di mana mereka itu diikuti segala tindakan dan diambil terang cahayanya). Disamping itu sesungguhnya riwayat-riwayat yang paling sah adalah hadist: "Setiap perkara yang baik yang tidak dimulai dengan hamdalah ... " Maka kedudukan hamdalah menyamai kedudukan basmalah.

    Dari uraian di atas, maka jelaslah mengapa pada waktu khutbah Jumat yang pertama tidak dimulai dengan bacaan basmalah. Akan tetapi sesungguhnya khatib masih disunnahkan membacanya secara samar.

  2. Berkenaan dengan salat janazah, mengapa tidak ada ruku' dan sujudnya? Hal ini berdasarkan hadist Nabi saw, yang diriwayatkan Imam Bukhori (hadist no. 1188) dan Imam Muslim (hadist no. 951), yang diterangkan dalam kitab at Tadzhib halaman 85

    رَوَى البُخَارِى (1188) وَمُسْلِمٍ (951) عَنْ أبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم نَعَى النَّجَاشِيَّ فِى اليَومِ الَّذِى مَاتَ فِيْهِ خَرَجَ إلَى المُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أرْبَعًا. التَذْهِيب صـ85

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra; Sesungguhnya Rasulullah saw memberi khabar kematian Najasyi pada hari di mana Najasyi meninggal dunia. Nabi pergi ke Musholla/Masjid kemudian membuat shaf dengan para sahabat yang akan salat janazah (ghaib), dan Nabi bertakbir sebanyak empat kali.

    Dari hadist tersebut dapat diambil kesimpulan dan pedoman bahwa salat janazah itu memang tidak ada ruku' dan sujudnya. Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi. Mengapa tidak ada ruku' dan sujudnya? Allahu a'lam.

    Namun bisa jadi mengingat salat lima waktu adalah bagian dari penghormatan kepada Khaliq, sementara salat janazah merupakan penghormatan untuk orang yang meninggal. Disamping itu seandainya ada ruku’ dan sujudnya sementara janazah ditempatkan di depan orang yang salat, jangan-jangan disalahartikan sebagai penyembahan kepada orang yang mati. Bukankah kemakruhan salat saat matahari terbit dan terbenam juga dengan alasan menghindari penyembahan kepada matahari?