PPSSNH Nurul Huda


Bencana dan Kebahagiaan Sejati

Bencana bertubi-tubi menimpa Indonesia, apa hikmah dan pencegahan yang bisa dilakukan umat Islam? Bagaimanakah cara untuk mencapai kebahagiaan sejati dalam keluarga? Nikmati penjelasannya dalam artikel-artikel berikut:

KH. Masduqie Mahfudz: Bencana Salah Siapa?

Derasnya frekuensi bencana di Indonesia merupkan konsekuensi hukum sebab akibat seperti hilangnya peawat Adam Air lantaran pesawat tersebut belum mendapat sertifikasi layak terbang. Kemudian tanah longsor disebabkan ulah manusia yang sering melakukan penebangan liar tanpa peduli akibatnya. Tidak ada kaitannya dengan hal-hal irasional atau mistik. Sebagaimana firman Allah SWT: “wa ma ashobakum min musibatin fabima kasabat aidikum”.

KH. Marzuqi Mustamar: Bencana Bukan Karena Kemaksiatan Semata

Ada sebagian balasan Allah atas kesalahan manusia diturunkan di dunia agar mereka mencicipi sedikit adzab sebelum merasakan balasan sesungguhnya di akhirat. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah (QS. Ar Ruum : 30-31)

KH. An'im Falahuddin Machrus: Jadilah Pemburu Dunia yang Berjiwa Akhirat

Syaikh Muhammad Ibn Alwy al Maliki al Hasani adalah seorang yang bergelar doktor, tetapi nilai keulamaannya lebih menonjol. Begitu juga para dosen di _Umm al Qurra Makkah atau Dar al Ahqaf Yaman, jiwa keulamaan/kesantriannya tidak sama sekali luntur akibat jabatan dunia yang dia sandang. Di manapun dia berada, baik di pesantren maupun di kampus setiap gerak langkahnya diliputi oleh aura keulamaan yang kuat. Bagaimanapun harus difahami bahwa ad Dun-ya Maz-ra'ah al Akhirat._

Empat Kunci Menuju Kebahagiaan Keluarga Sejati

Manusia hidup di dunia ini pastilah berburu kebahagiaan dunia akhirat. Dalam profesi atau keadaan yang bagaimanapun di kedalaman hati manusia pastilah berburu bahagia. Mereka memburu kaya atau pasangan yang istimewa (dengan ketampanan suami atau kecantikan isteri). Bila ditarik benang merah pastilah kebahagiaan yang mereka buru.