Nasihat Kyai

Kapankah kita berpuasa Arafah?

Kontroversi tentang ibadah yang harus ditentukan dengan kalender penanggalan hijriyah yang menuntut adanya rukyat, hampir setiap tahun muncul dan diperbincangkan. Pemaknaan suumu liruk yatih dan fain shahida minkum shahra fal yasum tidak hentinya diperdebatkan. Ada yang mengharuskan rukyat dengan didampingi hisab untuk penentuan akurasinya sebagaimana keyakinan ormas Nahdlatul Ulama, ada yang mencukupkan hitungan hisab wujudul hilal seperti ormas Muhammadiyah dan ada yang menggunakan kriteria hisab tetapi dengan menghitung imkan rukyat (kemungkinan bisa dilihat) dengan ketinggian minimal 4 derajat dan jarak bulan dan matahari 6,4 derajat sebagaimana keyakinan ormas Persis.

Selengkapnya ...


KH. Maimoen Zubair: Keistimewaan Lafdzul Jalalah

Lafal Allah adalah lafal yang mengumpulkan semua nama dan sifat yang dikandungnya.

Dzikir ini adalah tujuan utama dan paling puncak.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudz: Menyingkap Rahasia Qurban

Peristiwa sejarah yang menandai hari raya 'Iedul Adl-ha adalah tugas berat yang dibebankan Allah swt. kepada Nabi Ibrahim as. agar beliau menyembelih puteranya, Nabi Isma'il as.

Selengkapnya ...


K.H. Masduqi Machfudh: Mengapa Kita Harus Melanggengkan Berjamaah

Rasulullah bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلاَةِ مَعَ اْلجَمَاعَةِ أَعْطَاهُ اللّهُ خَمْسَ خِصَالٍ : لَمْ يُصِبْهُ فَقْرًا أَبَدًا, يُرْفَعُ عَنْهُ عَذَابُ الْقَبْرِِ, أَمِنَ مِنْ أَهْوَالِ يَومِ الْقِيَامَةِ, يُعْطَى كِتَابُهُ بِيَمِيْنِهِ, يَمُرُّ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ اْلخَاطِفِ

Barangsiapa yang selalu menjaga solatnya dengan berjamaah, maka Allah akan memberinya lima hal: tidak pernah terkena kefakiran selamanya, dihapuskan siksa kubur darinya, selamat dari kesusahan pada hari kiamat, diberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanan, dan berjalan di atas titian 'shirat' secepat kilat yang menyambar.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Niat Ingsun Mekso Awak

KH Masduqi Machfudh menelaah Kitab Arbain fi Ushuliddin karya Imam Ghazali

Suatu waktu Abah Kyai Masduqi tindakan ke Surabaya untuk memenuhi undangan sebuah pertemuan dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setelah selesai dari pertemuan tersebut, beliau dijemput oleh panitia pembangunan masjid di sebuah perumahan Surabaya. Dijemput untuk berkenan memberikan pengarahan, mauidhoh, dan doa restu.

Selengkapnya ...


KH. Abdul Matin: Berkah Kecintaan pada Ilmu

KH. Abdul Matin
Pengasuh Pesantren Sunan Bejagung Tuban

Kecintaan pada ilmu tidak akan meninggalkan kesia-siaan. Tersebutlah ulama Damaskus Ahmad Hawari, ulama yang hampir seluruh waktunya diisi dengan hidmah pada ilmu, taqarrub dan menolong sesama.

Selengkapnya ...


KH. Maimoen Zubair: Warisan Takwa Sang Khalifah

Seorang ulama yang bernama Muqotil bin Sulaiman diundang untuk menghadiri pelantikan seorang penguasa bernama Al-Manshur menjadi Kholifah. Pada saat hari H, Al-Manshur meminta nasehat kepada Muqotil.

Muqotil:

Anda ingin aku memberikan nasehat dengan yang aku lihat sendiri? Atau dengan yang aku dengar?

Al-Manshur:

Dengan yang engkau lihat dan saksikan sendiri.

Selengkapnya ...


KH. Cholidien Qosiem: Pemimpin Teladan

Percayakah panjenengan jika ada seorang Gubernur, menteri, DPR, Presiden atau pejabat pemerintah yang hidupnya serba dalam kekurangan?. Mungkin tidak ada atau bisa dibilang mustahil untuk zaman sekarang ini, apalagi di negeri ini yang mau tidak mau dapat dikatakan bahwa ketika ada seseorang yang menjabat sebagai pemimpin langkah yang pasti diambilnya adalah bagaimana dapat mengembalikan modal biaya kampanye atau kalau bisa mendapat keuntungan yang banyak selama ia menjabat.

Kita tentu sangat rindu dengan sosok pemimpin yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri. Pemimpin yang mau bercampur baur dengan rakyatnya. Pemimpin yang tak pernah bosan mendengar keluhan rakyatnya. Pemimpin yang selalu adil dan mengayomi. Pemimpin yang sederhana dan tidak menumpuk harta kekayaan.

Selengkapnya ...


KH. Nuril Huda: Hukum Talqin Mayit

Dalam kitab مخنى المحتاج juz I, disebutkan bahwa menurut Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Ibnu Hanbal, hukum membaca Talqin bagi mayit yang sudah mukallaf setelah selesai dikubur itu hukumnya disunahkan. Orang yang membaca talqin itu duduk di arah kepala kuburan mayit, kemudian berkata kepada mayit:

ياَعَبْدَاللهِ ابْنَ أَمَةِ اللهِ اُذْكُرْمَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدَّارالدُنْياَ شَهَادَةَ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَنَّ ُمحَمَّدًارَسُوْلُ اللهِ وَاَنَّ اْلجَنَّةَ حَقٌّ وَاَنَّ النَّارَ حَقٌّ وَاَنَّ اْلبَعْثَ حَقٌّ وَاَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لاَرَيْبَ فِيْهَا وَاَنَّ اللهَ َيبْعَثُ مَنْ فِى اْلقُبُوْرِ وَاَنَّكَ رَضِيْتَ بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنَا وَِبمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَبِالقُرْآنِ اِمَامً وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً وَبِاْلمُؤْمِنِينَ اِخْوَاناً. رواه الطبر انى فى الكبير

“Ya, Abdullah bin Amatillah! Ingatlah apa yang kamu keluar atasnya dari dunia ini.

Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Sesungguhnya surga itu benar, neraka itu benar, kebangkitan itu benar dan hari qiyamat pasti datang tidak diragukan lagi,

dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan manusia dari kubur

dan sesungguhnya engkau telah ridla bahwa Allah sebagai Tuhanmu dan Islam agamamu dan Muhammad Nabimu dan Al-Qur’an panutanmu dan Ka’bah kiblatmu dan orang-orang mu’min saudaramu”. (Hadits diriwayatkan Thobroni).

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Dialog dengan Dosen Anti Ziarah

Alkisah ketika Abah Kyai Masduqi Mahfudz kuliah di Jogja, ada salah satu dosen beliau yang anti ziyarah kubur. Dosen tersebut menyatakan bahwa ziyarah kubur itu hukumnya haram. Suatu saat Abah Kyai Masduqi mendapatkan kesempatan untuk berdialogi dengan dosen tersebut tentang ziyarah kubur.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Keajaiban Shalawat

Bacalah Shalawat! Jika salawat tidak membekas manfaat sedikitpun. Maka besok kencingi kuburanku. Alm. KH. A. Masduqi Machfudh

Bagi santri Nurul Huda, membaca shalawat adalah hal yang biasa, karena Murabbirruh Abah Masduqi semasa hidupnya senantiasa mewasiatkan agar gemar membaca shalawat dan jamaah shalat. Tentu bukan tanpa sebab, ada banyak alasan yang bisa diraih dengan kegemaran membaca shalawat. Sheikh Nawawi al-Bantani dalam Kitab Tanqih al Qoul al Hatsits menyitir sebuah hadits dan cerita sebagai berikut:

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Refleksi Ramadlan

Dalam Nasaih al Ibad, makalah ke-16 menyitir sebuah pernyataan: "Sesungguhnya syahwat itu dapat membuat para raja menjadi para budak, karena sesungguhnya barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka dia adalah budak dari sesuatu tersebut. Dan sabar itu dapat membuat para budak menjadi raja-raja, karena budak itu dengan kesabarannya dia akan dapat memperoleh apa yang dia inginkan". Tiadakah pengetahuanmu sampai pada kisah dari pemimpin kita yang mulia, putera dari orang yang mulia, putera dari orang yang mulia, Yusuf As Shiddiq, putera Ya’qub As Shabur, putera Ishaq Al Halim, putera Ibrahim Al Khalil Al Awwah as. dan Zulaikha? Sesungguhnya Zulaikha telah mencintai Sayyidina Yusuf dengan puncak kecintaan, sedang Sayyidina Yusuf sabar atas tipu daya dan tindakannya yang menyakitkan.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Berdirilah di barisan Ulama

Bila dulu kita sering mendengar puji-pujian sebelum sholat atau sekarang sudah dilagukan yang berjudul Tombo Ati, (Obat Hati) yang lima, agar kita mendapat obat hati, haruslah berusaha berkumpul dengan orang-orang shaleh.

Perintah dari puji-pujian yang merupakan terjemahan dari pernyataan Sheikh Ibrahim al Khowas tersebut, merupakan perwujudan dari firman Allah dalam surat al Zumar ayat 71-74 yang menceritakan bahwa di hari akhir nanti masing-masing dari kita akan dimasukkan surga atau neraka sesuai dengan golongan-golongan yang disukainya

Selengkapnya ...


KH. Abdullah Syamsul Arifin: NU dan Ahlussunnah Wal Jamaah

Hakikat Ahlussunnah Wal Jamaah

Dengan tidak memonopoli predikat sebagai satu-satunya golongan Ahlussunnah wal Jamaah, jam'iah Nahdlatul Ulama semenjak pertama berdirinya menegaskan diri sebagai penganut, pengemban dan pengembang Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan sekuat tenaga, Nahdlatul Ulama berusaha menempatkan diri sebagai pengamal setia dan mengajak seluruh kaum muslimin, terutama para warganya untuk menggolongkan diri pada Ahlussunnah wa Jamaah.

Pada hakekatnya, Ahlussunnah wal Jamaah, adalah ajaran Islam yang murni sebagaimana diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah saw. bersama para sahabatnya.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Pencuri dalam Salat

Ulama Faqih, Abu Laits as-Samarkandi bercerita bahwa Salman al-Farisi menyampaikan sebuah hadits:

"Salat adalah ukuran. Barangsiapa memenuhi ukuran tersebut maka dipenuhilah kebutuhan orang tersebut. Barangsiapa mengurangi ukuran, maka Aku telah mengetahui kamu sekalian."

Selengkapnya ...


Habib Husein ibn Alwy ibn Aqiel: Utamakan Shalat Fardlu-mu!

Ibadah yang paling sakral dan vital adalah Shalat. Salah satu buktinya, untuk pensyariatannya saja Allah “merasa” perlu mengundang Nabi Muhammad ke tempat dimana tak seorangpun boleh masuk termasuk Jibril AS. Padahal untuk hal-hal yang lain Allah mencukupkan dengan mengutus Malaikat Jibril AS agar menyampaikan kepada Rasulullah SAW.

Secara khusus pula Allah menyampaikan dalam al Quran surat Thoha ayat 14

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Dirikanlah Sholat untuk mengingatku.

Namun demikian ada saja orang yang menafsirkan ayat tersebut dengan menyatakan yang penting ingat Allah, bahkan secara serampangan mengatakan lebih baik ingat Allah meski tidak shalat dibanding shalat tetapi tidak ingat Allah. Pernyataan ini sungguh salah besar, karena bukti seseorang mengingat Allah adalah dengan apa yang dia lakukan dari praktek shalat. Menafsiri arti DzikruLlah, kitab Murah Labid menyatakan :

المراد بالذكر نفس الصلاة.

Yang dimaksud dengan dzikir adalah praktek sholat itu sendiri.

Selengkapnya ...


Habib Muhsin Al-Hamid: Bahaya Lidah dan Keutamaan Diam

Lidah adalah salah satu kenikmatan yang besar yang dianugerahkan Allah kepada hambaNya, padanya terdapat kebaikan yang banyak dan kemanfaatan yang luas bagi siapa yang menjaganya dengan baik dan mempergunakannya sebagaimana diharapkan syari'at. Dan padanya pula terdapat kejelekan yang banyak dan bahaya yang besar bagi siapa yang meremehkannya (membiarkannya) lalu digunakannya pada jalan atau tempat yang tidak semestinya.

Selengkapnya ...


Habib Sholeh Ibn Achmad Ibn Salim Alaydrus: Rajab Bulan Penuh Kemulyaan

Tak terasa hampir 15 hari kita melewati bulan Rajab. Bulan rajab adalah bulan yang sangat mulia dan agung, penuh barokah dan hikmah, ibadah pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, doa-doa diijabah, dan pintu taubat dibuka lebar-lebar siap menerima siapapun juga yang hendak bertaubat kepada Allah. Seperti diriwayatkan oleh Al imam Ibnu ‘Asakir dari Abu Umamah RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya):

"Ada lima malam yang tidak akan ditolak doa-doa di dalamnya, malam pertama bulan rajab, malam pertengahan sya'ban (nisfu sya'ban), malam jumat, malam idul fitri dan malam idul adha".

Selengkapnya ...


KH. Nafi' Abdullah Salam: Mengapa Harus Gegeran?

Mengapa perpecahan makin seru dan menjadi-jadi? Sebab sekarang ini setiap kali orang berbeda pendapat itu tidak mengikuti cara ulama’ dulu. Dulu beliau-beliau kalau beda pendapat tidak mencari bolo (pengikut--Jw), ditandangi (dihadapi--Jw) sendiri dan tidak mencari pengikut apalagi dengan cara-cara memfitnah. Imam madzahib dan para kyai beda pendapat tapi dengan tetap menghormat. Pada zaman dahulu banyak gegeran, tapi ‘bar yo bar’ (tidak ada dendam--Jw), tidak mencari teman untuk berseteru. Lha sekarang, gegeran selalu diikuti dengan mencari pengikut dan pendukung, mengajari memfitnah maka tidak heran kalau gegeran itu semakin dalam dan ruwet.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Orang Bodoh Gampang Dirayu Syetan

Manusia memiliki musuh bebuyutan yang namanya syetan. Ketika syetan diusir dari neraka mereka sudah memproklamirkan diri akan ajak-ajak manusia agar mengikutinya ke jalan neraka. Seyogyanya, seorang hamba bersungguh-sungguh menolak bisikan dan godaan syetan di dalam dirinya. Karena Allah SWT sudah mengingatkan melalui firmanNya:

Innassyaithoona lakum ‘aduwwun, fattakhidzuuhu ‘aduwwan   

Sesungguhnya syetan adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah syetan itu sebagai musuh.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudh: Antara Ikhtiar, Doa, dan Khusnul Khatimah

Syeikh Sihabuddin Ibn Hajar al Asqalani mendapat Ijazah dari Al 'Allamah Syeikh Muhammad Al Khotib Asy Syamiy yang berasal dari Syam/sekarang Siria kemudian menjadi penduduk Madinah dan bermadzhab Hambali, beliau adalah putera Usman bin Abbas bin Usman dari guru-gurunya, bersambung sampai Abu Dzar Al Ghifari ra., dari Rasulullah saw. mengenai hal yang beliau riwayatkan dari Tuhannya. Allah ta’ala berfirman:

Selengkapnya ...


Ust. Muhsin al-Hamid: Pertemuan Rasulullah dengan Kekasihnya Menghadap Hadirat Allah SWT

Allah SWT telah menentukan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Siapa pun pasti akan ditemui oleh kematian. Tidak peduli apapun jabatan dan kedudukannya. Tua atau muda, sakit atau tidak, pria maupun wanita, jika tiba ajalnya maka tidaklah dapat dimajukan atau diundurkan walau sesaat.

Selengkapnya ...


Sayid Alwi ibn Salim Alaydrus: Menyambut 10 Muharrom Hari Asyura

Pengantar

Artikel ini, dengan sedikit perubahan redaksi disadur dari risalah almarhum Habib Alwi ibn Ahmad Alaydrus yang dibagikan ke segenap santrinya di Majlis Ta’lim al Islamiy menjelang 10 Muharram 1413 H. Semasa hidupnya Habib Alwi menjadi ulama panutan di kota Malang, Rais Syuriah NU Kota Malang dan kemudian Mustasyar NU hingga beliau wafat. Habib Alwi termasuk ulama yang paling berjasa dalam upaya menghilangkan sekat antara ulama pribumi dan habaib di kota Malang. Secara periodik al Habib menyelenggarakan musyawarah kitab dengan para Kyai di kediamannya. Hingga tidak ada seorang Kyaipun di Kota Malang yang tidak pernah bersentuhan silaturahim dengan beliau. Bersama beliau, semua ulama guyub dalam ke-NU-an. Ketika majalah dakwah belum semarak seperti sekarang ini, pada momen-momen keislaman, beliau membuat selebaran, himbauan, anjuran, peringatan dan hadiah ijazah doa ke segenap lapisan masyarakat di kota Malang.

Selengkapnya ...


KH Miftahul Lutfi Muhammad al Mutawakkil: Niat

وَ عَنْ أمِيْر المُؤمنينَ أبي حَفْص عمرَ ابنِ الخطّابِ رضي الله عنه قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول: {إنّما الأعمال بالنِيات و إنّما لكلّ امرئ ما نوى, فمن كانت هجرته إلى الله و رسوله, فهجرته إلى الله و رسوله, و من كانت هجرته لدنيا يصيبها أو إلى امرأة ينكحها فهجرته إلى ما جر إليه (متفق عليه)

Selengkapnya ...


Habib Sholeh Ibn Achmad Ibn Salim Alaydrus: Tak Ada Ciptaan Allah yang Sia Sia

Refleksi menyambut Nuzulul Quran

Dalam surat Al-Baqarah, Allah SWT menyebutkan bahwa dalam semua ciptaan-Nya tidaklah sia-sia, bahkan seekor nyamuk sekalipun atau bahkan yang lebih rendah daripada itu. Orang mukmin akan beriman terhadap hal itu dan memandangnya sebagai sesuatu yang haq (benar), tetapi si kafir akan mengingkari dan bahkan menganggap tidak perlu Allah mengumpamakan dengan nyamuk atau sebagainya. Ayat-ayat berikut berbicara tentang perumpamaan dan jawaban Allah atas komentar orang-orang kafir tentang hal tersebut. Marilah kita perhatikan kandungan ayat-ayat itu dan penafsiran para ulama.

Selengkapnya ...


Habib Sholeh ibn Ahmad ibn Salim Alaydrus: Ramadlan yang Menjanjikan bagi Mereka yang Berusaha

Segala puji bagi Allah semata, saat ini kita ada di bulan Ramadan. Bulan kemenangan dan penuh rahmat. Bulan yang selalu ditunggu kehadirannya oleh hamba-hambanya yang sholeh dan mendapat bagian dari inayah Allah. Tak terkecuali Nabi kita Muhammad saw serta para sahabatnya. Ramadan telah ditunggu kehadirannya sejak bulan Rajab. Segala persiapan dilakukan untuk menyempurnakan ibadah di dalam Ramadan.

Selengkapnya ...


Habib Abdullah Ibn Abdurrohman Maulahelah: Keluarga Sakinah

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah" (QS. adz Dzariyat: 49)

Ummu Salamah ra menggambarkan betapa berseri-seri wajah Rasulullah ketika mendengar pinangan puteri Beliau yang dimohonkan oleh Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra., sebab sang calon menantu adalah seorang pemuda yang gagah berani, berilmu, dan berakhlak mulia, yang sejak kecil ada di bawah bimbingan dan didikan Beliau sebagai anak angkat, yang dari sulbinya akan lahir keturunan Beliau Rasulullah SAW yang disebut Ahlul Bait atau Adz Dzuriyah.

Selengkapnya ...


KH. Abdul Manan Syukur: Memahami Al Quran Melalui Tafsir

Artikel ini dikutip dari bulletin Jumat Al Huda PP. Miftahul Huda Gading Malang, Penulis artikel ini KH. Abdul Manan Syukur adalah Pengasuh PP Al Quran Nurul Huda Singosari Malang, yang tepat pada tanggal 16 Juni 2007 diperingati seratus hari wafat beliau, merupakan teman satu kamar pengasuh PPSS. Nurul Huda Mergosono, KH. A. Masduqi Machfudz di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Setelah lama tidak bertemu, selepas boyong dari Pesantren Krapyak, masing-masing telah mendapat amanat dari masyarakat untuk menjadi panutan masyarakat, Kyai Abdul Manan, Kyai Masduqi dan Kyai Ahmad Dahlan Peneleh Surabaya ternyata tanpa disengaja dan direncanakan mendirikan pesantren dengan nama yang sama NURUL HUDA.

Al Quran sebagai kitab paripurna sarat dengan konsep, baik yang bersifat abstrak (ghaib) maupun konkret (dzahir). Konsep tentang Allah, malaikat, akhirat adalah konsep abstrak. Sementara itu al Quran juga menunjukkan konsep yang mengarah kepada fenomena konkret yang dapat diamati, misalnya tentang fuqara, mustadl'afin (kaum yang lemah), dsb.

Selengkapnya ...


K.H. Masduqie Mahfudh: Bencana, Salah Siapa?

Derasnya frekuensi bencana di Indonesia merupakan konsekuensi hukum sebab akibat seperti hilangnya pesawat Adam Air lantaran pesawat tersebut belum mendapat sertifikasi layak terbang. Tanah longsor disebabkan ulah manusia yang sering melakukan penebangan liar tanpa peduli akibatnya. Berbagai bencana tersebut tidak ada kaitannya dengan hal-hal irrasional atau mistik, namun lebih disebabkan oleh ulah tangan kita sebagaimana firman Allah SWT: “wa ma ashobakum min mushibatin fabima kasabat aidikum.”

Selengkapnya ...


K.H. Masduqi Machfudh: Musibah Penghapus Dosa

Dalam dua tahun terakhir ini, negara kita seperti tidak pernah henti-hentinya mengalami cobaan dan musibah. Mulai dari wabah penyakit flu burung hingga demam berdarah yang senantiasa hadir menyertai musim penghujan. Belum lagi bencana alam lainnya.

Selengkapnya ...


Habib Muhammad Ibn Abdullah al Aydrus: Kenikmatan Hati dan Nafs

Kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang berhati bersih tidak sama dengan kenikmatan orang yang terbelenggu oleh nafs. Kenikmatan hati adalah kenikmatan yang sebenarnya. Orang-orang yang berhati bersih menikmati berbagai kebajikan, merasakan kesenangan batin dan berkelana dengan pikiran-pikiran baiknya. Sudah menjadi kebiasaan orang-orang yang berhati bersih untuk mencari tempat-tempat yang sepi kemudian menikmatinya, terutama pekuburan. Tempat yang secara langsung mengajarkan bahwa semua orang akan tinggal di sana. Orang-orang yang berhati bersih menikmati berbagai kebajikan yang dijauhi oleh mereka yang terbelenggu oleh berbagai kenikmatan nafs. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat besar.

Selengkapnya ...


KH. An'im Falahuddin Machrus: Jadilah Pemburu Dunia yang Berjiwa Akhirat

Setiap insan yang beriman haruslah memburu dua sisi tujuan yaitu dunia dan akhirat. Karena itu mereka yang pernah menjadi seorang santri yang notabene pernah mengenyam pendidikan yang mengantar menuju tujuan akhirat, meski kemudian menyebar dan berbaur dengan masyarakat untuk mengarungi kehidupan dunia, tidak boleh luntur kesantriannya bahkan seharusnya harus lebih bangga pada nilai kesantriannya. Bagaimanapun jiwa surgawi yang didapat dari dunia pesantren akan menjadi kontrol terbaik bagi kehidupan dunianya.

Selengkapnya ...


KH. Marzuqi Mustamar: Bencana Bukan Karena Kemaksiatan Semata

Pada dasarnya bencana dapat dikelompokkan menjadi dua jenis. Pertama, murni kehendak Allah SWT, tanpa ada campur tangan manusia seperti kematian, atau pergeseran lempengan pembatas antar benua. Yakni bencana yang tergolong peristiwa dalam skala besar atau tidak dapat dijangkau kapasitas keilmuan manusia.

Selengkapnya ...


KH. Miftahul Lutfi Muhammad al Mutawakkil: Tiga Pilar Kehidupan

Tiga pilar kehidupan bagi seorang muslim adalah Taqwallah, Taqarruban billah, dan Ridhallah. Demikianlah yang harus dipahami secara tepat, sebab apabila ketiga pilar kehidupan di atas dilalaikan oleh seorang manusia, maka hidup ini hanya akan menjadi "sampah". Dan hal itu telah banyak kita saksikan betapa mengenaskan kondisi para manusia yang telah meninggalkan tiga pilar kehidupan tersebut.

Selengkapnya ...


KH. Bisri Mustofa: Qasidah Nasehat

Kabeh puji syukur kagungane Allah
shalat salam katur maring Rasulullah

Segala puji bagi Allah shalawat dan salam terhaturkan kepada Rasulullah

Kita umat Islam wajib dha berjuang
nindaaken printah Allah maha menang

Kita umat Islam wajib berjuang mengerjakan perintah Allah yang Maha Menang

Lanang wadon aja ana kang katinggal
nuprih ridla Allah ingkang maha tunggal

Laki-laki dan perempuan jangan ada yang tertinggal memburu ridha Allah yang Maha Tunggal

Selengkapnya ...


Sayyid Muchsin Ibn Hamid: Benarkah Shafar Menakutkan dan Bulan Kesialan?

Sekarang ini kita telah memasuki bulan Shafar, bulan kedua dari penanggalan Hijriyah. Oleh sebagian ulama, bulan Shafar ini diberi julukan Shofarul Khoir, artinya Shofar yang penuh kebaikan. Kenapa dinamakan demikian? Karena umumnya orang awam menyangka bahwa bulan Shofar adalah bulan sial atau penuh dengan bala (bencana). Sehingga untuk membuat rasa optimis umat Islam maka dinamakanlah Shofarul Khoir. Sehingga bulan Shafar tidak terkesan menakutkan apalagi dipercaya sebagai bulan kesialan. Padahal setiap bulan-bulan Islam itu memiliki kekhususan dan keistimewaan sendiri-sendiri, demikian pula Shafar.

Selengkapnya ...


Al Habib Al Imam Ali bin Muhammad Al Habsyi: Wara’ Kunci Kesuksesan dan Keselamatan

Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi RA adalah salah satu auliya (kekasih) Allah SWT yang kata-kata dan petuahnya selalu diterima setiap insan. Perbuatan dan perangainya selalu menjadi teladan bagi mereka. Majelis beliau senantiasa dipadati oleh orang-orang yang hendak mendulang ilmu dan sir dari beliau. Tidak terkecuali orang yang berilmu pun turut hadir di majelis itu, karena mereka melihat derasnya hikmah dan rahasia-rahasia yang bermutu tinggi yang disampaikan oleh beliau.

Selengkapnya ...


KHA. Mustofa Bisri: Hubbud-dunya adalah Akar Korupsi

Kita semua sudah anti korupsi, kecuali para koruptor itu sendiri. Kemudian, ada juga banyak orang yang ingin memecahkan problem korupsi, sepertinya berputar-putar di situ saja. Kyai-kyai yang diharapkan menjadi pewaris nabi dengan kepahamannya atas segala macam, ternyata juga banyak yang belum paham.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudz: Mintalah Hanya kepada Allah

Abu Dzar Al Ghifari ra. pernah meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw. mengenai hal yang beliau riwayatkan dari Tuhannya. Allah ta’ala berfirman:

Selengkapnya ...


KH. Maimun Zubair: Banyak Jalan Mendekati Allah

Tausiyah ini ditulis kembali oleh Abu Naqie Usamah yang disarikan dari mauidloh hasanah, KH. Maimun Zubair Pengasuh PP. Al Anwar Sarang Rembang pada haul al Habib Abdul Qodir Bil Faqih dan al Habib Abdullah Ibn Abdul Qodir Bil Faqih PP. Darul Hadits Malang. Tausiyah ini bukan murni transkrip lengkap pidato beliau, hanya berdasar pendengaran, maka dalam tausiyah ini ditemui penambahan kata atau kalimat untuk mendukung pembaca memahami tausiyah beliau.

Manusia hidup hanyalah untuk beribadah sebagaimana disampaikan dalam al Quran:

Selengkapnya ...


Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya: Memburu Pertolongan Allah

Nasehat ini dikutip dari kiriman email Dedy HB. Wicaksono pada milis NU Nihon. Saudara Dedy sendiri mengutip email Fidri Beno yang baru saja berkunjung ke Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, Ketua Jam'iyyah Ahlut Tariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMN), organisasi di bawah NU yang mengkoordinasi jemaah tarekat Mu'tabarah. Mengingat pentingnya isi dari nasehat ini, maka redaksi memuatnya untuk kaum muslimin sekalian. Namun karena beberapa nasehat yang disampaikan kepada tamu-tamu beliau ini terdapat beberapa poin yang berbeda maka redaksi akan memuatnya secara terpisah dengan judul yang terkait.

Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya ALLAH, di dalam agama, dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini.

Selengkapnya ...


KH. A. Mustofa Bisri: Pesantren & Kyai

Pesantren kembali menjadi perhatian dan sorotan ketika ada teroris yang mengaku jebolan pesantren dan Ustadz Baasyir, salah satu pengasuh pesantren di Solo ditangkap (meski tidak pernah jelas duduk perkaranya). Sebelumnya sudah banyak pengamat dan penulis, baik dari luar maupun dalam negeri yang berusaha berbicara tentang pesantren, yaitu suatu lembaga pendidikan khas Indonesia yang dikenal sebagai tempat mencetak ahli-ahli agama (Islam). Istilahnya Tafaqquh fid diin. Umumnya para pengamat dan penulis tentang pesantren itu terlalu sederhana dalam pengamatannya dan menganggap bahwa jenis pesantren itu hanya satu. Memang secara umum, pesantren memilki tipologi yang sama. Sebuah lembaga yang dipimpin dan diasuh oleh kyai dalam satu komplek yang bercirikan adanya masjid atau surau sebagai pusat pengajaran dan asrama sebagai tempat tinggal para santri, disamping rumah tempat tinggal kyai, dengan kitab kuning sebagai buku wajib/pegangan. Disamping ciri lahiriah itu, masih ada ciri umum yang menandai karkteristik pesantren, yaitu kemandirian dan ketaatan santri kepada kyai yang sering ditanggapi sinis sebagai pengkultusan.

Selengkapnya ...


KH. Dimyathi Rois: Kesenjangan Jam'iyyah Nahdlatul 'Ulama

Nahdlatul Ulama’ adalah organisasi yang didirikan oleh para kyai pesantren. Organisasi ini adalah wadah bagi para kyai dan santri-santri pengikutnya untuk mengaktualisasikan peran dan keterlibatannya di dalam persoalan-persoalan masyarakat. Pada awal berdirinya, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbulah, KH. Bisri Mustofa, KH. Asnawi, KH. Maksum (Lasem), dan kyai-kyai sepuh lainnya merupakan tokoh-tokoh yang menggerakkan kyai-kyai pesantren dari berbagai latar belakang untuk bersatu, sokong menyokong menyelesaikan problematika yang muncul di dalam masyarakat. Pergesekan antar kyai, antara kyai dan aktivis muda, atau antar aktivis sendiri mampu diselesaikan dengan arif bijaksana seperti yang bisa kita baca dari sejarah jam’iyyah Nahdlatul Ulama’.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudz: Hikmah Idul Fitri

Pesan Menjelang Hari Raya

Kurang dari dua minggu kedepan ini, selesai sudah tugas yang dibebankan oleh Allah swt. kepada kita sekalian, orang-orang yang beriman, untuk melatih diri kita mengendalikan semua keinginan dan kemauan nafsu kita sendiri, agar kita sekalian dapat melaksanakan perintah-perintah Allah yang pada dasarnya sangat dibenci oleh nafsu, dan agar kita dapat meninggalkan larangan-larangan Allah swt. yang pada dasarnya sangat disenangi oleh nafsu.

Selengkapnya ...


KH. Masduqi Machfudz: Jangan Terlalu Bangga Dengan Akal

Suatu hari ketika sekelompok orang ribut menghitung hisab awal puasa, apakah dimulai tanggal 23 atau 22 September. Salah seorangnya mereka nyeletuk,

“Duh, kok repot tho? Wong matematika itu katanya ilmu pasti, dengan berbagai cara ternyata tidak mampu memberi kepastian. Ada 43 cara menghitung, semua katanya benar, tetapi hasilnya bolak-balik ndak sama. Mbok ikut melihat bulan aja, jelas kita bisa tahu ada atau tidak. Kalau ndak ada kan dibuat sempurna 30 hari seperti kata hadist, gitu kok repot.”

Selengkapnya ...