Kolom Gus

Melepaskan Diri dari Ketergantungan pada Manusia

Imam Ibrahim Ibn Adham, sebagaimana dikutip dalam tafsir Qurtuby menyatakan:

"menyampaikan atau menggantungkan hajat kita pada manusia adalah hijab antara manusia dengan Tuhannya, karena itu gantungkanlah hajatmu pada penguasa manfaat dan bahaya."

Selengkapnya ...


Kesederhanaan Syeikh Yasin al Fadani

Syeikh Yasin al Fadani bersama TGH Syeikh Zainuddin bin Abdul Majid

Kesederhanaan adalah salah satu perilaku Rasulullah. karenanya tidak sedikit ulama para pewaris Nabi mencontohnya. Salah satu diantaranya adalah Syeikh Yasin al Fadani. Ulama ahli hadits terkemuka asal Indonesia yang bermukim di tanah Haram. Saat sesi "dahar" bakda ngaji Ahad Pagi, Habib Husein Ibn Alwi Bin Agil ditanya dr. Budi Santoso yg menyertai kami makan bersama,

"Siapakah Syeikh Yasin Al Fadani?"

Habib berkata,

"Beliau termasuk guru dari guru saya Abuya Sayid Muhammad Alwy AlMaliki, juga termasuk guru saya. Orang alim, muhaddits yang sederhana tidak memikirkan penampilan dan penggemar berat rokok sisha."

Selengkapnya ...


Adab Bersedekah

Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer, Islam telah mewajibkan setiap muslim untuk berusaha dan bekerja semaksimal mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan pokok yang menjadi tanggungannya.

Selengkapnya ...


Toleran Terhadap Perbedaan Pandang

Saat Abah Kyai Masduqi pertama kali tugas di Tarakan, harus melalui berbagai cobaan yang luar biasa, tiga kali disantet. Penduduk setempat beralasan bahwa beberapa kali pendatang (dari suku) Jawa yang ke tempat itu datang menipu. Santet hanya untuk membuktikan apakah Abah seorang da'i sungguhan. Tidak hanya santet, Abah Masduqi juga dilaporkan atas berbagai fitnah. Bahkan pernah saat mengaji, tiba-tiba dikepung oleh tentara. Setelah rangkaian santet dan fitnah itu tidak mempan, sementara Abah tetap memberikan kesantunan dalam berdakwah tanpa menyakiti. Bahkan bagi salah seorang pembantu Abah saat itu non muslim, Abah diterima berdakwah di kampungnya. Sebagai penghormatan (atau entah budaya mereka), Abah menceritakan bahwa setiap kali Ramadan tiba, Kepala Suku membuat peraturan agar warga tidak ada yang menyalakan kompor (memasak) sepanjang siang kecuali ada yang hamil atau menyusui. Meski kepala suku dan penduduk tidak semuanya Islam.

Selengkapnya ...


Pangerten

20 Desember 2013 lalu bertepatan dengan 10 tahun saya mempersunting putri Gus Mus yang ke-3. Dalam rentang 10 tahun itu saya merasa tidak pernah dimarahi/didawuhi. Entah memang seperti itu atau memang karena saya bebal tak memahami bahasa beliau yg sering lebih banyak menggunakan bahasa kiasan.

Selengkapnya ...


Kesabaran Bukan Hanya Berarti Kesabaran

Ingatan saya kembali ketika saya masih SMP. Abah membuat tangga tali untuk turun ke sumur memperbaiki pompa air atau untuk keperluan lainnya. Sengaja untuk niat sambil beramal, Abah sering meminjamkannya kepada para tetangga yang memerlukannya.

Selengkapnya ...


Perlunya Mujahada disamping Jihad dan Ijtihad dalam Masyarakat

Kata mujahadah tidak lebih populer daripada kata jihad atau ijtihad. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ijtihad lebih utama daripada jihad. Rasulullah SAW bersabda,

"Goresan tinta para ulama lebih utama daripada tumpahan darah para syuhada."

Selengkapnya ...


Berlomba-lombalah Dalam Kebaikan

وَلِكُلٍّۢ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٟتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ ﴿١٤٨﴾
"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al Baqarah: 148)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan fastabiqul khahiraat (bersegeralah dalam berbuat baik). Imam An Nawawi dalam kitabnya Riyadhush shalihiin meletakkan bab khusus dengan judul:

بَابُ الْمُبَادَرَهْ إِلَى الْخَيْرَاتِ وَحَثُّ مَنْ تَوَجَّهَا لِخَيْرٍ عَلَى الْإِقْبَالِ عَلَيْهِ بِالْجِدِّ مِنْ غَيْرِ تَرَدُّدِ
Bab bersegera dalam melakukan kebaikan, dan dorongan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik agar segera melakukannya dengan penuh kesungguhan tanpa ragu sedikitpun).

Lalu ayat yang pertama kali disebutkan sebagai dalil adalah ayat di atas. Perhatikan betapa Imam An Nawawi telah memahami ayat tersebut sebegai berikut.

Selengkapnya ...


Rahasia di Balik Perintah Shalat Dhuha

Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat Assyams, Allah berfirman,

''Demi matahari dan demi waktu dhuha.''

Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha.

Pada pembukaannya, Allah berfirman,

''Demi waktu dhuha.''

Selengkapnya ...


Faktor Penyebab Takabur

Takabur merupakan penyakit hati tingkat tinggi yang harus diwaspadai oleh semua muslim, termasuk aktifis dakwah. Dikatakan penyakit hati tingkat tinggi karena sejarah iblis laknatullah dimulai dari penyakit satu ini. Merasa lebih tinggi dari Adam, ia lalu mendurhakai perintah Allah untuk bersujud padanya.

أَبَى وَاسْتَكْبَرَ

Demikian kata Al-Qur’an. Demikian pula para penguasa taghut yang menjadi musuh para nabi dan rasul, semuanya dihinggapi penyakit ini.

Selengkapnya ...


Mengeluh

Al-Qur'an menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan memiliki sifat هلوعا, artinya ia selalu berkeluh kesah (Jawa: sambat), akibatnya ia kurang mensyukuri nikmat Allah. Sifat keluh kesah itu membuat manusia cepat stress, pusing, darah tinggi, galau, cemas, dan sebagainya.

Bagaimana menaklukkan sifat buruk itu?

Selengkapnya ...


Dalam Kehidupan di Dunia, Tiada Hamba Allah yang Bebas Ujian

Allah SWT akan senantiasa menguji hamba-Nya dengan dua bentuk ujian, yaitu berupa nikmat (kesenangan) dan bencana (keburukan). Sayyid Quthb mengatakan, banyak orang yang bisa tabah saat menghadapi ujian berupa kesulitan. Tetapi, banyak orang yang terlena dan lalai saat diuji berupa kesenangan.

Selengkapnya ...


Kekuasaan Bisa Bertahan dalam Kekafiran, Tapi Tidak akan Bertahan dalam Kezaliman

Kita sering menggunakan ataupun mendengar kata adil dan zalim yang terkadang dikaitkan dengan perilaku penguasa. Adil merupakan kemampuan untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya tanpa mengurangi hak yang lain, sedangkan zalim sebaliknya.

Selengkapnya ...


Hati yang Bening Menyadarkan pada Hakekat Diri

Pujian merupakan fenomena umum yang sering kita temui sehari-hari. Secara garis besar, pujian bisa diklasifikasikan dalam tiga kategori: pujian yang diucapkan untuk menjilat, pujian yang sifatnya basa-basi, serta pujian yang dilontarkan sebagai ekspresi kekaguman.

Selengkapnya ...


Nilai Ibadah Hancur Karena Makanan yang Haram

Banyak orang beranggapan bahwa kualitas ibadah hanya ditentukan oleh syarat, rukun, dan kekhusyukan dalam pelaksanaannya. Misalnya, shalat yang berkualitas adalah yang didahului oleh wudlu yang benar, suci pakaian dan tempatnya, serta khusyuk dalam melakukan setiap rukunnya. Demikian pula dengan ibadah-ibadah yang lain.

Selengkapnya ...


Kehancuran Seorang Hamba karena Kurangnya Munasabah Binafsihi (Introspeksi Diri)

Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. Inilah sifat yang melekat pada iblis. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya.

Selengkapnya ...


Terlena dengan Penampilan, Melupakan yang Besar dan Tertutupi

Jika kita dihadapkan pada pertanyaan seperti ini,

"Pilih mana yang harus disembuhkan terlebih dahulu, jerawat di wajah atau luka di punggung?"

Sebagian orang akan lebih mendahulukan mengobati jerawatnya ketimbang luka menganga di punggungnya meskipun luka itu terasa lebih menyakitkan.

Selengkapnya ...


Egoisme dan Keangkuhan Penyebab Kehancuran Seorang Hamba

Suatu kali, seorang bijak ditanya oleh salah seorang muridnya.

"Tuan Guru, adakah kejujuran yang tidak baik?

Sang guru bijak pun menjawab,

"Pujian seseorang atas dirinya sendiri."

Maksudnya, ketika seseorang bercerita hal-hal baik tentang dirinya sendiri, meskipun cerita tersebut benar adanya, hal itu adalah kejujuran yang tidak baik. Sebab, bisa memunculkan perasaan bangga diri dan kesombongan.

Selengkapnya ...


Sungguh Bahagianya Bila Kita Bisa Bersama Rasulullah SAW

Kebahagiaan bersama Nabi Muhammad SAW sesungguhnya tak hanya milik para sahabat dan kaum Muslimin yang hidup di awal periode Islam. Kebahagiaan itu juga milik semua orang yang beriman kepada beliau, meskipun mereka tidak pernah bertemu dan melihatnya secara langsung.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasul SAW memberikan penghormatan lebih besar justru kepada orang-orang Islam generasi belakangan. Katanya,

''Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku, lalu berbahagialah (Rasul mengulang tiga kali) orang yang tidak melihatku, tetapi beriman kepadaku.'' (HR Ahmad dari Abi Sa`id al-Khudri).

Selengkapnya ...


Apalah Arti Surga Dunia Dibandingkan Surga Akhirat

Boleh jadi kita pernah melihat Kebun Raya Bogor, atau minimal pernah mendengar tentang taman itu. Sebuah taman yang luas, dipagari besi keliling, dengan pohon-pohon tinggi dan rindang. Di dalamnya terdapat istana yang dikelilingi padang rumput hijau dengan kijang-kijang cantik yang dilepas bebas merumput di atasnya. Masih ada lagi, di dalam kebun yang beraneka pohon itu melintas sungai yang airnya gemericik mengalir tanpa henti.

Selengkapnya ...


Saatnya Ibadah Tutup Kendang

عنْ أُسَامَة بن زيْد رض. قَال قُلتُ : يَا رَسُولَ اللهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرِ مِنَ الشُّهُور مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟ قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ ورَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الأَعْمَالَ إِلَى رَبِّ العَالَميْنَ, وَأُحِبُّ أَنْ يُرفَعَ عَمَلِى وأَنَا صَائِمٌ. روَاهُ النَّسائى

Diceritakan oleh sahabat Usamah Ibn Zaid, dia bertanya kepada Rasulullah: Ya Rasulallah, saya tidak pernah melihatmu puasa dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya'ban. Rasulullah Menjawab : Bulan Sya'ban adalah bulan dimana banyak orang lalai di dalamnya, yakni diantara Rajab dan Ramadlan, bulan ini adalah bulan dimana amal-amal disodorkan kepada Allah Tuhan sekalian alam, dan aku menyukai bila amalku di angkat, aku dalam keadaan puasa. HR Nasa'i.

Selengkapnya ...


Mempertanyakan Istilah Kesalehan Ritual dan Sosial

Rasulullah pernah bersabda,

“Ada tiga hal yang membahagiakan, tiga hal yang merusak, tiga hal yang mengangkat derajat dan tiga hal yang menjadi pelebur dosa.

Selengkapnya ...


Menjaga Pandangan

Satu hal yang hendaknya dicamkan benar-benar oleh setiap hamba Allah adalah bahwa Allah ‘Azza wa Jalla itu Ghafuur Ar rahiim (Maha Pengampun lagi Pengasih). Dia adalah satu-satunya Zat yang mempunyai samudera ampunan dan kasih sayang yang Maha luas. Tak ada dosa sebesar apapun yang tidak tenggelam dalam samudera ampunan dan rahmat kasih sayang-Nya, sejauh tidak menyekutukan-Nya.

Selengkapnya ...


Kenikmatan Dunia Mengurangi Kenikmatan Akhirat

Masih segar di telinga kita DPR menolak diperiksa KPK terkait dugaan korupsi. Padahal kalau tidak merasa korupsi kenapa meski takut untuk diperiksa? Korupsi dalam kehidupan dinegara kita memang sudah seperti virus yang telah beranak pinak dan mengakar disetiap relung kehidupan masyarakat. Hingga tanpa dirasa, masing-masing dari kita ‘mungkin’ merasakan dan melakukan korupsi, seperti sogok menyogok di jalan raya, pesakitan dengan jaksa dan hakim, pedagang mengurangi timbangan dll. Hingga masing-masing dari kita telah lupa definisi korupsi.

Selengkapnya ...


Ijtihad Umar ra. Tidak Keluar dari Bingkai Al Quran dan Hadits

Indeks

  1. Latar belakang

Latar belakang

Umar Ibn Khattab adalah salah seorang tokoh besar dalam khasanah sejarah Islam. Khalifah kedua ini masuk Islam pada tahun keenam dari kenabian ketika berumur 27 tahun.1 Kepakaran Umar tidak saja diakui di kalangan orang-orang muslim saja bahkan para pakar non muslim juga mengakuinya. Sebagaimana diungkapkan oleh H.A.R. Gibbs dan J.H. Kramers dalam Shorter Encyclopedia of Islam yang menyatakan bahwa Umar adalah salah seorang tokoh terbesar pada permulaan Islam dan bisa dikatakan sebagai pendiri imperium Islam. Ia adalah profil seorang pemimpin yang sukses, mujtahid yang ulung dan dikenal dengan sikapnya yang tegas dalam menegakkan keadilan.2

Selengkapnya ...


Maqasid Al Syariah

Suatu waktu Nabi Muhammad SAW melarang kaum muslimin menyimpan daging kurban kecuali dalam batas tertentu, sekedar bekal untuk tiga hari. Akan tetapi, beberapa tahun kemudian peraturan yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad itu dilanggar oleh para sahabat. Permasalahan itu disampaikan kepada Nabi Muhammad. Beliau membenarkan tindakan para sahabat itu sambil menerangkan bahwa larangan menyimpan daging kurban adalah didasarkan atas kepentingan Al Daffah (tamu yang terdiri dari orang-orang miskin yang datang dari perkampungan sekitar Madinah). Setelah itu, Nabi Muhammad bersabda, "Sekarang simpanlah daging-daging kurban itu, karena tidak ada lagi tamu yang membutuhkannya".

Selengkapnya ...


Empat Kunci Menuju Kebahagiaan Keluarga Sejati

Manusia hidup di dunia ini pastilah berburu kebahagiaan dunia akhirat. Dalam profesi atau keadaan yang bagaimanapun di kedalaman hati manusia pastilah berburu bahagia. Mereka memburu kaya atau pasangan yang istimewa (dengan ketampanan suami atau kecantikan isteri). Bila ditarik benang merah pastilah kebahagiaan yang mereka buru.

Selengkapnya ...


Membangun Keluarga Sakinah dengan Shalat Berjamaah

Sakinah, berasal dari bahasa Arab Sakana-Yaskunu Sakiinatan yang berarti tenang atau diam. Tafsir al Thobari mempersamakan sakinah dengan thuma’ninah atau Aminah yang berarti kedamaian. Dalam bahasa keseharian kita, sakinah lebih sering diartikan sebagai bahagia atau tentram. Keluarga bahagia dan tentram.

Selengkapnya ...


Perawatan Menstruasi menurut Tinjauan Syariah

Indeks

  1. Pengertian Haid

Pengertian Haid

Haid berasal dari bahasa arab yang berarti Mengalir. Haid menurut istilah adalah darah (yang sejenis watak/tabiat) yang keluar dari pangkal rahim seorang wanita yang sehat.

Rasulullah bersabda:

هَذَا شَيءٌ كَتَبَهُ اللهُ عَلَى بَنَاتِ آدَم

Haid adalah sesuatu yang ditaqdirkan Allah atas perempuan anak adam.

Selengkapnya ...


Jamaah Tabligh (Jaulah)

Riwayat Hidup Pendiri “Al-Jamaah At-Tablighiyyah"

Pendiri gerakan ini adalah Muhammad Ilyas bin Al-Maulawi Ismail. Lahir pada tahun 1303 Hijriyah. Dan meningggal pada tahun 1363 Hijriyah. Muhammad Ilyas memulai kiprahnya dengan mengajar di madrasah “Madhohir Al-Ulum”. Kemudian ia merasa tidak bisa memperoleh manfaat berarti dari kegiatan dakwah dengan cara mengajar ini.

Selengkapnya ...


Pahlawan

Pahlawan adalah orang yang sangat gagah berani. “Pejuang yang gagah berani atau yang terkemuka“, kata WJS. Purwodarminto mengartikan pahlawan dalam kamus bahasa Indonesia.

Selengkapnya ...


Sudahkah kita ber-Laa ilaha ila Llah?

Khalifah Hisyam bin Abdul Malik ketika memasuki Ka'bah pada saat melaksanakan ibadah haji bertemu dengan Salim ibn Abdullah ibn Umar ibn Khattab. Lalu ia berkata, "Wahai Salim, mintalah kepadaku kebutuhan-kebutuhanmu". Salim (cucu Umar r.a.) menjawab, "Saya malu di rumah Allah memohon kepada selain Allah." Ketika Salim keluar dari Ka'bah (Masjid al Haram), ia diikuti oleh Khalifah Hisyam seraya berkata, "Sekarang engkau sudah keluar dari Ka'bah maka mintalah apa saja yang engkau perlukan." Salim bertanya, "Dari kebutuhan duniawi atau kebutuhan akhirat?" Khalifah Hisyam menjawab, "Dari kebutuhan duniawi." Salim kemudian berkata kepada Khalifah, "Saya tidak meminta kebutuhan duniawi dari Yang Memiliki Dunia. Bagaimana mungkin saya meminta dari orang yang tidak memiliki dunia?"

Selengkapnya ...


Belajar organisasi dari shalat

Organisasi di dalam ajaran agama Islam secara eksplisit tidak diajarkan. Namun secara implisit terkandung dalam praktek shalat jamaah yang diwajibkan bagi kita. Nabi Muhammad yang tidak pernah memberi contoh atau melakukan shalat fardlu sendirian ini, tidak lain karena kandungan ajaran berjamaah ini mengandung perintah bersatu dan taat kepada pemimpinnya. Shalat berjamaah ini merangkum dua ayat penting yaitu ; wa'tasimuu bihablillah jamiia wala tafarraqu dan Ati'u llaha wa atii'u rasul wala tafarraquu.

Selengkapnya ...


Mengapa doa kami terhenti di kaki langit?

Suatu hari, ketika Ibrahim Ibn Adham salah seorang ulama sufi besar berkunjung ke kota Basrah, dia mendapat pengaduan dari masyarakat muslim disana. Mengapa doa mereka selama bertahun-tahun tidak dikabul-kan oleh Allah? Ibrahim Ibn Adham menjawab: "Hal ini karena engkau mengakui dan mengingkari sepuluh hal!".

Selengkapnya ...


Pendidikan anak secara Islami

Mungkin kita pernah mendengar peribahasa Jawa yang berbunyi, "Kacang ora ninggal lanjaran" atau "Air mata tak akan jatuh jauh dari pipi". Peribahasa tersebut memberikan pengertian bahwa sifat, tindak tanduk dan karakter seorang anak tidak akan jauh berbeda dari dan perilaku orang tuanya. Rasulullah bersabda:

Selengkapnya ...


Pesantren kuno

Beberapa santri terlihat asyik berdiskusi tentang pendidikan pesantren.

"Kalau dipikir-pikir, kita ini di pesantren kan ndak ada bedanya dengan anak sekolahan. Wong meski sekolah kita hanya melulu bergelut dengan kitab kuning, tapi rasanya ndak ada bedanya kan? Lha, terus kelebihan kita ini apa?"

Selengkapnya ...


Hizbuttahrir

Hizbuttahrir adalah pengikut Taqiyuddin An-Nabhani Al-Palesthini (Wafat 1400 H). Di antara kesesatan Hizbuttahrir dan bukti menyempalnya kelompok ini dari mayoritas umat Islam adalah pernyataan mereka bahwa orang yang meninggal dengan tanpa membaiat seorang khalifah maka matinya adalah mati jahiliyah. Artinya menurut mereka matinya orang tersebut laksana matinya orang-orang penyembah berhala.

Selengkapnya ...