Artikel Keislaman


Tarawih di zaman Umar bin Khattab menjadi dua puluh rakaat, bagaimanakah itu?

Sholat tarawih di zaman Rasullah dan Abu bakar As-Shiddiq terdapat hanya delapan rakaat, tetapi di zaman Umar bin Khottob menjadi dua puluh rakaat, bagaimana itu?

Dua puluh rakaat itu adalah delapan rakaat ditambah dua belas rakaat, adakah pada saudara itu dalil yang melarang tambahan dua belas rakaat.

Lalu bagimanakah yang lebih baik ikut Rasulullah atau Umar bin Khottob?

Kami telah mengikuti sunah Nabi di dalam yang menjalankan delapan, dan mengikuti sunah Umar bin Khottob di dalam tambahan dua belas rakaat. Dan kami mengikuti sunah Umar bin Khottab itu juga dengan dasar perintah Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah bersabda:

اِقْتَدُوْا بِالَّذِيْنَ مِنْ بَعْدِى اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ.

Ikutilah dua orang sesudah aku, Abu bakar dan Umar (HR. Ahmad).